Urus Paspor di Surabaya Itu Ternyata Gak Ribet, Rek!

Ingin bepergian keluar negeri? kalau begitu, kamu pasti membutuhkan paspor. Apa itu?

paspor!

Menurut wikipedia, paspor adalah sebuah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang dari suatu negara, dimana isinya memuat identitas pemegangnya/pemiliknya dan berlaku untuk melakukan perjalanan antar negara. Buat kamu yang ingin bepergian ke luar negeri, wajib banget punya dan membawa paspor.

Kebetulan banget nih, mamaku berencana untuk pergi ke Hainan bulan Februari mendatang. Sayangnya paspornya sudah lama mati dan perlu diaktifkan kembali. Mau nggak mau, harus ke kantor imigrasi untuk mengurusnya. Berhubung ada 'teman' nya, aku ikutan bikin paspor deh. Meskipun belum tahu mau dipakai kemana (hehehe). Setelah mendaftar lewat online dan menentukan harinya, aku dan mama menyiapkan berkas yang diperlukan. Penasaran gimana cara mendaftarnya? Kamu bisa baca artikelku disini ya!

Berkas apa saja yang perlu dibawa?

Khusus buat kamu yang ingin membuat paspor baru/ belum pernah memiliki paspor, kamu wajib menyediakan berkas (asli dan fotokopi) di bawah ini:
  1. E-KTP
  2. KK
  3. Akta kelahiran/Ijazah (SD/SMP/SMA/Kuliah)/Buku nikah/Surat baptis
  4. Materai 6000
Kalau kamu hanya ingin memperpanjang atau mengaktifkan kembali paspor yang telah mati, kamu hanya perlu menyediakan berkas berupa paspor lamamu, e-ktp dan juga KK.

Berkas yang dibawa harus berkas yang asli serta fotokopinya, ya. Oh iya, kamu harus memfotokopi berkas tersebut di kertas seukuran kertas A4. Maksudnya, semisal kamu memfoto kopi E-KTP, kamu enggak perlu memotongnya sesuai dengan kartunya. Biarkan tercetak begitu saja di kertas berukuran A4. Masukkan semua berkas ke dalam map supaya tidak tercecer dan ketinggalan.

Hari Kamis tanggal 23 Januari 2020, berangkatlah aku dan mamaku  ke kantor imigrasi Juanda (lokasinya aku taruh di paling bawah, ya). Aku berangkat dari rumah pukul 07.00 WIB. Perjalanan kesana menempuh waktu kurang lebih 30 menit. Daftar antrian online kemarin kita dapat 'jatah waktu' dari jam 08.00 - 09.00 WIB.


Sesampainya disana, kami disambut ramah oleh penjaga di bagian depan dan ditanya mengenai keperluan kita. Kemudian mereka memberikan kami kalung berwarna biru bertuliskan "pemohon paspor".

Suasana kantor imigrasi (luar dan dalam)

gedung pembuatan paspor

Tadi aku dan mamaku keliru. Kami masuk melalui pintu keluar. Tapi sepertinya benar (?). Gedungnya berada persis di depan kita, agak ke kanan. Gedungnya berwarna abu-abu dengan tiang bendera di depannya. Dari luar, gedungnya cukup besar. Disebelah kanannya lagi, terdapat parkiran motor yang cukup luas. Di tengah parkiran motor terdapat lapangan berwarna hijau. Sepertinya itu lapangan tapi digunakan sebagai parkiran (?)

parkiran motor

Begitu masuk, udara dingin langsung menyapa kami. Suasananya masih cukup lengang, karena mungkin masih pagi, ya. Terdapat meja pendaftaran di bagian depan, lalu loket di sebelah kanan serta beberapa counter berjejer di sebelah kiri. Di bagian paling kiri dekat pintu masuk, terdapat tangga. Di bagian tengah disediakan kursi dalam jumlah yang cukup banyak. Ruangan didominasi dengan warna biru tua. Terlihat bersih dan rapi. Nah, selanjutnya akan kujelaskan langkah atau alurnya dalam bentuk listicle ya!

Langkah pertama: pendaftaran dan pengisian formulir

Kamu akan langsung disambut oleh petugas yang ramah, di sebelah kanan. Terdapat meja dan komputer disana. petugasnya sangat ramah, lho. Setelah ditanyai mengenai keperluan kami, lalu mereka memberikan dua lembar kertas yang harus kami isi. Lembar pertama betuliskan identitas serta jenis paspor yang kita urus. 

Ada tiga jenis paspor, yaitu paspor 48 hal, paspor 24 hal serta e-paspor. Biasanya orang menggunakan jenis paspor yang 48 hal. Apa bedanya? aku akan bikin perbedaannya di postingan berikutnya, ya!
Lembar kedua berisi pernyataan bahwa identitas yang telah kita tuliskan telah sesuai dengan kenyataannya. 


Setelah selesai mengisi, jangan lupa untuk menempelkan materai 6000 dan tanda tangan di atasnya. Kemudian berikan berkas tersebut kembali ke petugasnya. Petugas akan mengecek kemudian memintamu untuk memberikan berkas asli serta fotokopi KTP, KK serta Akte. Nah, ada kejadian nih. Fotokopi KTP mamaku itu dipotong, sehingga harus fotokopi ulang di kertas A4 tanpa dipotong. Gak perlu pulang dulu, karena disana juga menyediakan tempat untuk fotokopi. Lokasinya ada di . Setelah urusan berkas valid, kita akan diberikan kertas berisi nomor antrian.

Langkah kedua: pemberian dan pengecekan berkas

Ternyata nanti nomor urut kita akan dipanggil di semacam loket di sebelah meja petugas yang tadi. Loket tersebut dibagi menjadi dua. Loket yang sebelah kanan adalah tempat kita memberikan berkas, lalu loket sebelah kiri adalah tempat berkas kita diserahkan. Setelah menunggu sebentar, namaku dipanggil juga. Aku kembali memberikan berkas-berkas yang diminta. 

Petugas juga meminta berkas tambahan yaitu ijazah kuliah yang asli serta fotokopi. Kalau tidak ada ijazah, kamu bisa memberikan kartu pekerja (kalau kamu sudah bekerja). Oh iya, kamu juga diminta untuk menunjukkan bukti antrian online nya. Jadi harap di screen capture dan disimpan, ya! Setelah itu, aku diminta menunggu kembali. Katanya, nanti namaku dipanggil.

Langkah ketiga: pemberian berkas yang telah dicek

Akhirnya namaku dipanggil juga. Aku menuju ke loket yang tadi, namun sekarang aku menuju ke yang sebelah kiri. Disana, petugas memintaku menunjukkan bukti pendaftaran antrian paspor online, kemudian memberikanku berkas yang dimasukkan ke dalam amplop. Aku diarahkan untuk menuju ke counter yang berada di sebelah kanan. Disana ada banyak counter berjejer dengan nomor masing-masing. Aku diminta menuju ke counter 8 (kalau enggak salah) secara langsung.


Di langkah inilah aku dan mamaku berpisah, karena mama diarahkan untuk menuju lajur atau gedung prioritas. Yup, di sebelah gedung tempat kami membuat paspor, terdapat gedung berukuran lebih kecil, bertuliskan gedung prioritas. Selain lansia, golongan yang di prioritaskan adalah anak-anak serta disabilitas. Di step inilah aku dan mama berpisah. Mama ke gedung prioritas, sedangkan aku tetap di gedung yang sama sebagai anak muda yang sehat dan bugar (cie hihi). Akan tetapi fasilitas ini khusus di kantor imigrasi Juanda, ya. Hari kamis minggu lalu aku dan mama coba ke kantor imigrasi yang di Graha Pena, tidak ada fasilitas istimewa ini. 

Langkah keempat: pas foto untuk paspor

Aku menuju ke counter dan langsung disambut dengan pegawai muda yang cantik. Aku salah fokus melihat betapa cantiknya petugas itu, lalu bertanya pada diri sendiri,"kapan aku secantik itu?!" (hihihi). Aku menyerahkan berkasku, lalu dia memeriksanya dan mengetikkan sesuatu di komputernya. Aku diminta bergeser ke kursi sebelahnya untuk foto. Aku langsung buru-buru merapikan penampilanku supaya nanti fotonya enggak zonk. Petugas memotretku beberapa kali, kemudian memintaku untuk men-scan jariku satu per satu di dalam sebuah alat scan mungil.
Lalu, bapak itu menginformasikan jika paspor tersebut jadi setelah 3-5 hari kedepan (hari libur tidak dihitung) dan aku diarahkan ke bagian pembayaran. 

Langkah kelima: pembayaran paspor

Bagian pembayaran berlokasi cukup 'nyelepit' di sebelah tangga, di depan petugas pertama yang memberikan lembar identitas dan pernyataan. Berwarna oranye mencolok, bertuliskan kantor pos. Setelah pembayaran selesai dilakukan, kita akan diberi semacam kuitansi berukuran besar yang nantinya digunakan untuk mengambil paspor yang telah jadi. Biaya yang harus disiapkan untuk paspor biasa 48 hal adalah Rp 335.000.

toilet berada di luar gedung

Setelah beres semuanya, aku pergi ke toilet (sudah ngempet daritadi!). Toiletnya berada di luar gedung, di belakang tempat parkir motor. Toiletnya cukup bersih, namun pencahayaannya kurang terang. Didalamnya terdapat kaca besar serta wastafel, dan dua bilik kamar mandi. Ada juga toilet khusus untuk difabel, lho. 



Aku kembali masuk ke dalam gedung, dan menyadari jika di bagian belakang terdapat ruangan khusus untuk ruang bermain anak dan ruang menyusui. Jadi buat moms yang bawa anak-anak atau busui (ibu menyusui) bisa menggunakan ruangan itu. Lalu terdapat kursi-kursi ala cafe gitu. Aku enggak tahu apakah disitu disediakan gratis untuk pengunjung atau harus membayar.

Pengambilan paspor

Hari ini (30/01/20) aku dan mamaku mau ambil paspor. Harusnya sih sudah jadi kemarin, tapi baru diambil hari ini karena kemarin mama enggak enak badan. Mama juga memutuskan untuk membawa mobil sendiri. Ketika aku bertanya ke petugas dimana lokasi parkirnya, petugas langsung menginfokan kepada kita (setelah tahu kalau yang menyetir ibu-ibu), kalau ada parkir khusus wanita. Wow!

parkir khusus lansia/wanita/difabel
Lokasi parkirnya persis di halaman depan kantor imigrasi. Benar saja, di parkirannya ada tulisannya jika parkir tersebut khusus difabel/wanita/lansia. Mama merasa senang karena para golongan lansia di kantor imigrasi ini di istimewakan atau diperlakukan dengan baik. Aku setuju, dan berharap jika tempat kepengurusan berkas lainnya juga memberikan keistimewaan terhadap lansia atau difabel.

Lokasi pengambilan paspor ada di belakang gedung kantor imigrasi. Kita berjalan kaki menuju ke belakang gedung. di sebelah kiri terdapat masjid, dan disebelahnya terdapat semacam kantin dan tempat fotokopi (tempat mama kemarin fotokopi e-KTP, karena ukurannya salah). Tempatnya bersembunyi di balik tanaman hijau dan terlihat gelap. Suasananya sepi. Jam juga menunjukkan hampir pukul 12.00, dimana waktunya istirahat.




masjid

tempat fotokopi


tempat pengambilan paspor

Harusnya sih kita mengantri, tapi karena enggak ada orang lain selain aku dan mama, akhirnya kita bisa dilayani secara langsung. Petugasnya lagi-lagi bersikap ramah pada kita. Kita memberikan bukti pembayaran kepada petugas, lalu kita menunggu sebentar. Sambil menunggu, aku membaca banner yang ada di sebelahku. Ternyata pengambilan paspor bisa diambil oleh orang lain/diwakilkan, asalkan namanya masuk ke dalam KK yang sama dengan kita (ngambilin paspornya ibu/ayah/kakak/adik, dll). Kalau ngambilin punya teman, enggak bisa ya hehehe


Namaku kemudian dipanggil, lalu aku menandatangani suatu formulir dan paspor diberikan. Aku mengecek pasporku dan tentu saja fotoku. Bagus, tidak terlalu aneh. Senangnya!

yey, paspor!

Kusimpulkan, bahwa untuk mengurus paspor itu tidak sesulit yang kita kira. Dengan sistem dan pembuatannya yang nyaman, mudah dan cepat ini, rasanya enggak perlu ada calo-calo seperti jaman dulu. Petugasnya pun sangat ramah, sehingga mengurus paspor menjadi terasa cukup menyenangkan. Tinggal jalan-jalan ke luar negerinya nih. Doakan, ya! hehehe



Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Surabaya
Jalan raya by pass Juanda KM 3-4, sedati Agung, Kec. Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61256
09.00-16.00 (istirahat 11.30-13.00)
webiste: http://surabaya.imigrasi.go.id/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalananku Melawan TBC Kelenjar. Aku Pasti Bisa Selamat dari Penyakit Ini!

Kena Tipu Online Shop Palsu? Ini Langkah-Langkah yang Perlu Kamu Lakukan!

STNK Hilang? Asalkan Sabar, Pasti Bisa Teratasi.