Kena Tipu Online Shop Palsu? Ini Langkah-Langkah yang Perlu Kamu Lakukan!

Halo semuanya!
jadi aku baruan pulang mengurus segala berkas mengenai kasus penipuan secara online. Yup, aku menjadi korban penipuan online shop di media sosial Instagram. So sad, i know.

HATI-HATI kalau mau belanja online

Kronologi:
aku 'terpincut' dengan salah satu akun instagram bernama "framelzastore" yang menjual kemeja-kemeja yang keren (ini enggak aku anonim karena dia sudah fix menipu). Pikirku, kemeja semacam ini bisa banget buat aku kalau mau kuliah gitu, deh. Harganya pun murah yaitu Rp 80.000 . Ketetuan yang tertulis disana, kalau beli 2 sudah gratis ongkir seluruh Indonesia. Beli 3pcs harganya jadi Rp 75.000. Terlihat 'sangat' menguntungkan, ya?

p.s: akun FRAMELZASTORE sudah menipu banyak orang dengan cara mengganti nama akun dan memblokir nomor kalian

Kusepakati semuanya terus transfer via ATM di Tunjungan Plaza 1 (kebetulan lagi jalan-jalan kesana) pas hari sabtu tanggal 18 Agustus 2018. Jadi, hari itu juga aku order, hari itu juga ku bayar. Semua urusan transfer beserta bukti transfer sudah kukirim ke penipu. Penipu menjanjikan:

"1-2 hari setelah pengiriman, nomor resi akan dikirimkan"

Oke. Kutunggu hingga dua hari lebih enggak kunjung ada kabar. Aku mulai curiga. Chat dengan penipu langsung ku screencapt (biasanya aku jarang nge-screencapt percakapan antara aku dengan penjual online). Aku punya firasat enggak enak. Firasat semakin enggak enak karena chat hanya di read saja.

Akhirnya aku minta tolong si doi untuk chat untuk memastikan apakah pesannya dibalas. Tapi doi malah menanyakan apa akun instagramnya dan mengecek.
Alhasil firasatku benar, aku tertipu. ternyata di instagram sudah ada hashtag yang menandakan bahwa itu adalah online shop penipu #framelzastorepenipu

Ini pertama kalinya aku kena kasus begini. Biasanya aku sih aman-aman saja ketika berbelanja via online. Mungkin Tuhan menegur karena aku yang kurang hati-hati alias ceroboh untuk belanja online.

So, kalau kamu jadi korban penipuan online juga, ini hal yang perlu dilakukan dengan segera!

1. Telpon call center bank 

Aku melakukan transfer ke sesama BNI (penipu menggunakan BNI juga). Aku menghubungi call centernya jam 8 malam. Tenang aja, call center ready 24 jam!
  • BNI / BNI syariah : 1500046
  • BCA : 1500888
  • BI : 1500131
  • Mandiri :14000
  • BRI : 14017 / 1500017
Nanti kamu akan dimintai keterangan seperti nomor rekening, nomor KTP, nomor rekening si penipu dan kronologi. Di akhir pembicaraan, kamu akan diminta datang ke kantor bank yang kamu tuju untuk 'bersaksi' alias memberikan keterangan secara langsung dengan membawa beberapa berkas yaitu Buku tabungan, ATM, KTP, Bukti transfer, dan surat keterangan kepolisian.

Kenapa harus menelpon call center dulu? Karena setelah kita melaporkan kejadian itu, pihak bank akan segera 'membeku' kan rekening si penipu. Sehingga penipu enggak akan bisa mengakses rekeningnya termasuk ATM saat itu juga. Jadi ini adalah langkah utama yang perlu dilakukan.

2. Ke kantor polisi dimana kamu melakukan transaksi tersebut

Harap diingat bahwa kamu enggak bisa sembarangan ke kantor polisi terdekat. Kamu perlu datang ke kantor polisi dimana kejadian itu terjadi (TKP) yaitu tempat dimana kamu transfer. Aku melakukan transfer di Tunjungan plaza sehingga aku mengurus surat itu di POLSEK Tegalsari.(aku kurang tahu kalau kamu melakukannya via m-banking)
Disana kamu akan dimintai keterangan seperti kronologinya (bahkan kamu dimintai keterangan mengenai kapan kamu mulai menyadari telah ditipu oleh si penipu). Jangan lupa bawa bukti transfer dan KTP.

3. Menuju kantor bank yang telah disepakati

Nah selanjutnya, bawa semua berkasmu menuju ke kantor bank yang telah disepakati saat menelpon melalui call center. Disana kamu akan diminta untuk mengisi beberapa formulir bermateri berisi keterangan penipuan dan menuliskan kronologi di selembar kertas kosong.Jangan lupa bawa uang untuk materainya.

Itulah 3 langkah yang perlu dilakukan jika kamu menjadi korban penipuan online. Lalu, kapan kamu perlu melaporkannya?
  1.  ketika si online shop menunjukkan tanda-tanda enggak beres, misalnya nomor beberapa kali tidak bisa dihubungi, hanya di read tanpa dibalas.
  2. Ketika online shop mengingkari janji dan tidak ada kabar
Aku akan memberikan sedikit tips supaya kamu bisa terhindar dari penipuan online shop ini:
  1. Cek review. tapi perlu berhati-hati karena review juga bisa dipalsu
  2. Cek hashtag. Misalnya online shop bernama putricantik. Coba kamu ketik di instagram #putricantik. Biasanya yang keluar tentu saja online shop yang bersangkutan atau... #putricantikpenipu (hiks. ini kualami. Ada hashtag #framelzastorepenipu. Sedih ga sih)
  3. Screencapture percakapan sebelum dihapus sama si penipu (sekarang fitur makin canggih! SC sebelum terlambat!)
Hal yang perlu digaris bawahi:
"UANG BELUM TENTU BISA KEMBALI"

kenapa?
Aku menanyakan apakah uang bisa kembali atau enggak (soalnya pas aku browsing di internet, ada yang berhasil kembali dan ada yang enggak) ke customer service. aku juga menanyakan mengapa ada customer yang berhasil mendapatkan uangnya kembali, sedangkan ada yang tidak. Inti dari jawabannya adalah:

"Kami tidak bisa memastikan apakah uang dapat kembali atau tidak. Hal yang menjadi faktornya adalah isi dari rekening penipu. Apabila ketika rekening penipu dibekukan dan masih ada saldo di dalamnya, maka akan dikembalikan kepada orang yang melaporkan (kayak aku). Jika rekening berhasil dibekukan namun saldo sudah kosong, maka kami tidak dapat mengembalikan uangnya"

Jadi, semua bergantung pada isi rekening si penipu. Masih ada isinya atau enggak? Kalau masih ada, uang anda bisa kembali. kalau enggak, yasudah ikhlaskan saja. Semoga dapat membantu dan semoga kita semua terhindarkan dari penipuan semacam ini. Aamiin.

Pesan untuk para penipu online shop dimanapun anda berada,
"Silahkan nikmati uang yang kamu hasilkan sekarang selagi bisa. Kamu bisa lari dari kami. Tapi Tuhan akan selalu tahu darimana sumber uang yang kamu dapatkan. Silahkan membayar sisanya nanti di akhirat"

UPDATE!

Jadi tadi pagi (18/10/2018) aku iseng lihat saldoku lewat mobile banking. Terus lihat mutasi atau riwayat transaksi gitu. Pas kulihat, ada dana sebesar Rp 225.000 masuk ke rekeningku. Keterangannya sih "hasil penyalahgunaan rekening"
UANGKU KEMBALI!
ALHAMDULILLAH!
Seneng banget, ternyata usahaku enggak sia-sia meskipun harus menunggu cukup lama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalananku Melawan TBC Kelenjar. Aku Pasti Bisa Selamat dari Penyakit Ini!

STNK Hilang? Asalkan Sabar, Pasti Bisa Teratasi.