How To Growing My Confidence: Punya Tubuh Kurus

Halo! Sudah lama sekali aku enggak nulis di blog ini. Berhubung sekarang aku lagi liburan semester genap dan belum waktunya KKN, jadinya menyempatkan diri untuk menulis lagi di blog. Hehehe

Kali ini aku mau cerita sesuatu hal tentang diriku, mengenai:
Gimana caranya aku menumbuhkan rasa nyaman sama diriku sendiri. Ada apa dengan diriku?
Aku bakalan cerita, tapi harap diingat, mungkin bahasannya akan panjang dan terlihat kayak curhat banget. Jadi kalau kalian enggak telaten baca semua, langsung skip aja dan masuk ke bagian pentingnya. Oke? Here we go...

Let me introduce to you, About my body


Skinny shaming

Aku punya tubuh yang kurus, atau bahkan kurus banget menurut orang sekitar (?). Aku sudah mencoba berbagai macam cara untuk menaikkan berat badanku, but it doesnt work, guys. Aku sudah coba menambah porsi makan dan ngemil, tapi tetap aja enggak bisa. Aku kadang sampai agak frustasi karena badanku ini. 

To be honest, sebenarnya aku fine aja sih sama badanku. Hanya saja ada beberapa hal yang bikin aku mulai enggak nyaman sama diriku sendiri. Apa itu? tentu saja anggapan orang-orang diluar sana.

Aku inget banget waktu kuliah semester dua atau tiga gitu pas lagi kelas. Ada teman cowok yang duduk di belakang aku. Dia nyeletuk "Yaampun put. kamu lho kurus banget. Enggak pernah diajak piknik sama pacar ya?" Mungkin bagi dia itu cuma becandaan biasa. Tapi bagiku? Saat itu aku langsung enggak nyaman buat duduk disitu dan jadi enggak fokus buat dengerin dosen lagi nerangin di depan kelas. Yes, se enggak nyaman itu rasanya cuma gara-gara dibilangin kayak gitu.

Ada satu hal lagi yang dari dulu bikin aku enggak nyaman dan itu selalu dilakukan oleh orang-orang sama aku, "Duh, kamu kurus banget. Sini tak ukur tanganmu" dan setelah diukur "yaampun kecil banget, put. cuma segini" terus ketawa. Entah kenapa aku benci digituin. Iya, aku enggak suka digituin. Jadi jangan heran kalau setelah kalian gitu ke aku, aku langsung menunjukkan wajah jutek yang tidak menyenangkan.

Terus ada satu hal lagi yang paliing paliiiing bikin aku agak sakit hati. Dan itu dilakukan oleh temanku sendiri. Aku kan punya tubuh kurus. Semua cewek yang punya tubuh kurus, tentu saja punya payudara yang juga kecil karena tidak ada cukup lemak yang tertampung disana *ini aku blak-blakan aja gapapa ya? sudah pada dewasa, toh? Hehehe*

So, apa yang dia katakan? "ih, putri enggak punya payudara..." Sumpah ya. kalian sebagai wanita kalau digituin gimana coba? Kesel banget enggak, sih? Apa yang salah dengan payudara kecil? Toh, baik-baik saja. Daaaaaannn...aku kan punya pacar nih. Kalian tahu dia bilang apa? "Putri enggak punya payudara. entar dicariin lho sama *doi*" SUMPAH itu aku tersinggung banget. Bisa-bisanya dia nge-judge dan ikut campur untuk menentukan kepuasan seksual seorang pria terhadap payudara kecil. Padahal mungkin belum tentu itu terjadi, kan? Apa salahnya sih punya payudara kecil? toh enggak bikin hidup kalian susah juga, kan?

Aku baru menyadari bahwa aku mengalami skinny shamming. Yup, sakitnya itu sesakit ketika seseorang dengan tubuh berisi atau curvy mengalami fat shamming

Aku setuju dengan mereka dan membenci tubuhku



Yah, sebenarnya selain anggapan dari orang sekitar, aku juga sedikit merasakan betapa menyiksanya punya tubuh kurus. Misalnya enggak bisa pakai sembarang baju. Aku enggak pernah punya baju ketat alias press body atau jarang banget beli baju dengan bahan sifon alias yang jatuh gitu, deh. terus kalau cari ukuran baju itu harus yang Small atau bakan Extra Small! Serius, nih. Terus kadang suka enggak pede kalau lihat cewek-cewek tuh body nya pas gitu. Sedangkan aku? lekukannya mungkin tak terlihat :))) Dan yang paling bikin kesel adalah aku jadi suka dikira masih anak sekolah gitu gara-gara kecil dan kurus. Padahal umurku sudah berapa cobaaa astagaa.

Aku jadi benci sama tubuhku. Suka enggak percaya diri kalau harus maju ke depan dan dilihat banyak orang, terus enggak pede kalau mau pakai baju u can see. Pokoknya jadi benci banget sama tubuhku dan selalu enggak puas juga bersyukur atas tubuhku ini.

Aku tahu. Aku dianggap aneh karena semua wanita di dunia ini ingin tubuh kurus, tetapi aku malah membencinya setengah mati. Beberapa diantara mereka ada yang mengatakan "menginginkan tubuh sepertiku". Mungkin bagi orang lain itu adalah sebuah pujian. Tapi yang terdengar di telingaku dan yang kutafsirkan adalah... itu sebuah sindiran dan hinaan.

Tapi, kebencianku ini ternyata enggak bisa bertahan lama. Aku enggak betah kalau harus berlama-lama benci sama tubuhku dan terus tenggelam sama omongan orang-orang. Aku lelah karena harus membenci diriku sendiri. Sudah lelah harus tertawa palsu menanggapi candaan orang lain yang sebenarnya merupakan sesuatu yang cukup menyakitkan bagiku. Saat itulah aku berpikir, I should change my mind!

Start to love my self!



Mungkin sebagian dari kalian enggak setuju kalau aku justru hanya pasrah dan menerima diriku apa adanya. Secara, tubuh kurus itu rentan akan penyakit, resiko besar saat melahirkan kelak dan seabrek kengerian lainnya karena memiliki tubuh kurus.

I know, guys. Itulah mengapa judulnya "mencintai diri sendiri". Kalau hanya menerima kadang tidak disertai dengan upaya membuat diri jadi lebih baik. Tapi ini mencintai, lho. Ada segudang upaya yang kulakukan untuk membuat semua terasa lebih baik, setidaknya untuk diriku sendiri.

Tentu saja aku memulainya dari belajar menerima diriku. Aku menerima diriku dengan segala kekurangannya. Aku dengan tubuh yang terlampau kurus, tidak seksi, tidak tinggi semampai, tapi masih bisa digunakan untuk produktif, masih sehat dan mampu beraktivitas. Aku harus bersyukur akan hal itu. beberapa temanku memuji kecantikanku *thanks sisters!* dan aku berterimakasih dan bersyukur atas hal itu. Aku bahkan punya pacar yang menerimaku dan tidak melihatku hanya dari fisiknya saja.

Kemudian aku mencoba mencintai diriku sendiri dengan melakukan segenap cara. Aku mulai dari mengubah mindsetku. Dalam ilmu psikologi, antara pikiran dan perilaku itu saling terkait. Ketika pikiran kita 'ter-setting' engan benar, maka akan muncul perilaku yang 'diinginkan' pula.

Aku mulai mengubah mindsetku dengan mengatakan bahwa ketika aku membuat pikiranku menjadi lebih positif, maka perilaku yang kuhasilkan akan positif pula. Sehingga aku mengalihkan semua pikiran negatifku dengan membuat diriku jadi lebih produktif, misalnya menambah wawasan dengan belajar dan membaca buku serta berdiskusi positif dengan teman, berjualan di instagram (online shop), menulis di web dan mendapatkan uang dari sana. Psst, aku bahkan diundang untuk menghadiri acara-acara penting dan seru mereka! Dan seketika, aku bisa langsung berdamai dengan diriku sendiri karena tenggelam dalam kesibukan positif ini.

"Jadi, salah satu cara berdamai dengan diri sendiri itu juga bisa dengan mengalihkan pikiran negatif tentang kekurangan dan ketidakberdayaan dirimu, kemudian menggantinya dengan sesuatu hal yang positif"

Percayalah. Ketika kamu bisa menerima dirimu dan melihat segala potensi yang kamu punya, auramu akan semakin terpancar dan membuat kekuranganmu 'tertutupi' dengan prestasi yang kamu miliki. And guess what? Itu bahkan bikin orang lain 'melupakan' kekuranganmu dan mulai iri dan memuji prestasimu. Try it. It works!

Tapiii, bagaimana dengan penampilan? Kita bisa tetap terlihat cantik tanpa terlihat 'terlalu kurus'. Gimana caranya? nih kuberi beberapa tips sederhananya! 

  1. Aku mulai selektif dalam memilih pakaian. Say no to baju ketat and sifon. Plis, aku tidak punya lekukan dan kalau pakai sifon...badanku akan terlihat tipis sekali
  2. Say yes to pakaian bertumpuk. Aku mulai bermain dengan layer. Misalnya tanktop dikasih cardigan atau jaket.
  3. Pilih bahan yang bisa memberi 'bobot' misalnya jeans, kemeja flannel dan bahan apapun yang bisa menunjang bobotku
  4. Say no too dengan baju yang kebesaran alias kedodoran. Bikin badan jadi tenggelam!
  5. Kalau mau pakai baju garis-garis, pilih yang horizontal untuk memberikan kesan gemuk!
  6. Mencari potongan rambut yang pas dengan badanmu. Kalau aku sih paling cocok kalau rambutnya panjang sebahu lebih sedikit. rambut yang terlalu panjang memberikan kesan berat dan tenggelam
Lalu, bagaimana dengan kesehatan? Untuk menaikkan berat badan itu susahnya minta ampun, lho. Jadi, ini beberapa cara yang kulakukan untuk menjaga tubuhku supaya tetap sehat dan berharap bisa sedikit menambah berat badan (Hihihi):
  1. Makan buah segar dan juga sayur
  2. Berjemur sinar matahari pagi sekitar jam 7 hingga jam 9 pagi
  3. Cukup tidur alias jangan begadang
  4. Minum susu saat pagi dan malam hari sebelum tidur
  5. Sempatkan untuk melakukan olahraga (aku sih suka berenang)
  6. Makan cukup dan mungkin menambah sedikit porsinya (aku enggak bisa sekali makan langsung banyak. Bisanya makan sedikit tapi sering)
Itu cerita yang cukup panjang, mengenai how i deal with myself. Meskipun sekarang sudah lebih menerima kenyataan dan realistis dengan keadaan tubuhku, kadang masih suka baper kalau ada hal-hal yang menyinggung soal tubuhku. But yea, aku akan terus belajar untuk menerima dan mencintai diriku sendiri.

I love and care about myself. Now. and Always!

XOXO

Putri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalananku Melawan TBC Kelenjar. Aku Pasti Bisa Selamat dari Penyakit Ini!

Kena Tipu Online Shop Palsu? Ini Langkah-Langkah yang Perlu Kamu Lakukan!

STNK Hilang? Asalkan Sabar, Pasti Bisa Teratasi.