Mewarnai rambut: Bikin ketagihan!

Dari dulu, tepatnya kelas 1 SMA, aku udah penasaran banget sama rambut yang diwarnai. Stalking di instagram, lihat artis-artis, rasanya kok mereka kelihatan makin cantik dengan rambut yang diwarnai. Bukan, maksudku bukan rambut yang diwarnai kuning, merah atau hijau neon yang terang banget itu. Jujur kalau itu aku enggak tertarik, sih (atau mungkin belum?). Yang aku maksudkan adalah warna coklat gelap, merah gelap, ungu tua gitu-gitu, deh. Apalagi yang rambutnya baru kelihatan di warnai ketika dibawah sinar matahari. Seksi abis menurutku!

Perbandingan

Sayangnya ketika SMA, kita enggak diperbolehkan mengecat rambut (ya gila apa, entar masuk ruang BP). Alhasil yasudah aku merawat rambut hitamku apa adanya supaya halus, lembut dan berkilau. Yaah sambil sesekali meyakinkan pada diri sendiri, "rambut hitam juga cantik, kok".

Terus, ketika kuliah semester tiga kalau enggak salah, keinginan untuk mengecat rambut kembali hadir. Berpikir sejenak, siang dan malam (hahaha), apakah ini kesempatan yang tepat untuk mencobanya? Sebenernya keinginanku untuk mengecat rambut bukan cuma gara-gara aku lihat ada cewek yang cantik banget di instagram. Bukan cuma itu. Mama dan kakakku juga dicat rambutnya. Itu juga yang bikin aku pengen banget mewarnai rambutku. 

Sebelum eksekusi, aku coba browsing dulu seputar pewarnaan rambut, mulai dari perawatannya, mungkin shampoo nya dan warnanya. Setelah memantapkan diri dengan berbekal informasi di internet, informasi dari mama dan keinginan untuk cantik (hehe), aku mendatangi salon langgananku di dekat rumah. Sebelumnya aku konsultasi ringan dulu sama mbak yang ada disana mengenai pewarnaan rambut.

*Oh iya OOT, di salon itu aku punya satu mbak yang selalu aku minta untuk memotong rambutku. Kalau enggak ada mbak itu, aku enggak mau. kesannya kek manja banget gitu ya? Enggak sih. bukan apa-apa. Rambutku ini kan gelombang, tapi gelombangnya yang susah di atur gitu, lho. Dan beberapa kali potong disana, aku cocok sama mbak ini. Lagian setelah dipotong sama mbak ini, rambutku jadi bagus banget pas panjangnya*

Oke, kembali ke cerita. Jadi, mbaknya bilang kalau aku harus melakukan bleaching dulu sebelum melakukan pewarnaan. Bleaching itu kayak semacam persiapan sebelum rambut diwarnai, yaitu pigmen hitam di rambut kita harus diambil atau dihilangkan. Tujuannya tentu saja supaya warna dari cat lebih masuk dan lebih terlihat nantinya. Minusnya, proses bleaching ini bakalan membuat rambut jadi kering (apalagi kalau enggak dirawat dengan baik).

Aku dilematis, dong. Soalnya rambutku sendiri itu sudah kering. Kalau di bleaching malah kayak sapu ijuk dong rambutku. tapi aku tetep pengen gitu rambutnya diwarnain. Kemudian si mbaknya punya ide. Doi melihat rambutku dan berkata "kayaknya warnanya masih bisa masuk sih ini tanpa bleaching". Dan... aku kaget "are u serious?". Dan alhasil aku tetap mewarnai rambutku tanpa melakukan bleaching, dan itu dinamakan Toning. Menurut si mbak, toning ini biasa dilakukan sama orang-orang untuk menutup rambut putih alias uban. Dan warna untuk toning sendiri lebih gelap nantinya. 

Sehari setelah pewarnaan

Aku lupa pertama kali mewarnai itu pakai warna apa. Pokoknya agak merah gitu, deh. Awalnya dipilihin kuning terang. Aku kaget, dong. Tapi mbaknya meyakinkan "rambutnya soalnya enggak di bleaching. Jadi hasilnya bakal lebih gelap dari ini". Dan ternyata, yak betul sekali. Hasil akhirnya, rambutku tetap kelihatan berwarna hitam tapi ada sentuhan sedikit rona merah gitu, deh. Aku suka banget!!! Menurutku yang kayak gini malah kelihatan cantik abis daripada kalau warnanya terang gitu. Aku suka, aku suka!


Beberapa bulan kemudian

Jangka waktu 6 bulan, warna rambutku luntur (yup, kata si mbak, rambut kita bakalan luntur warnanya. entah luntur lebih gelap atau lebih muda dari warna awalnya). Dan amazingly, rambutku bertransformasi jadi agak coklat dengan tone kuning. Padahal awalnya kalau enggak salah merah gitu, deh (?). Tapii sekali lagi, aku sukaa banget. kadar kepercayaan diri meningkat drastis karena aku merasa cantik (hahaha). Narsis sih tapi itu faktanya.

Dari kiri ke kanan: pengecatan-beberapa hari-setelah dia bulan

Kemudian, baru-baru ini aku baru saja mengecat rambutku jadi warna merah burgundy. Bedanya, kali ini aku melakukan pewarnaan rambut di rumah dan dibantu oleh mama! Hihihi. Supaya lebih murah gitu, deh. Dan aku suka hasilnya! Warnanya jadi unguu gitu (padahal warnanya merah burgundy). Lambat laun, warnanya luntur dan warnanya jadi merah cantik gitu. Dan aku tetep suka (rasanya aku suka semua warna rambut yak? Hihihi). 

Dan, yaaa... mewarnai rambut membuatku ketagihan!

P.S :
  1. Ketika kamu memutuskan untuk mewarnai rambut, disarankan untuk melakukan tes terhadap cat (takutnya alergi. sudah tahu kan banyak berita mengenai alergi dengan cat rambut?). Tapi, aku kemarin enggak melakukan tes sama sekali (bondo nekat. Hahaha)
  2. Daaan kamu diharuskan untuk merawat rambutmu sebaik mungkin. Sering-sering di creambath!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalananku Melawan TBC Kelenjar. Aku Pasti Bisa Selamat dari Penyakit Ini!

Kena Tipu Online Shop Palsu? Ini Langkah-Langkah yang Perlu Kamu Lakukan!

STNK Hilang? Asalkan Sabar, Pasti Bisa Teratasi.